INFORMASI PROGRAM RAISING WOMEN’S VOICES Festival April 2010 A Cultural Feminist FestivalSebuah Festival Seni Budaya Perempuan
tempat/venue
Goethe Haus Jakarta Jl Dr GSSY Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta 10350 Tel +62 21 2355 0208 Fax +62 21 2355 0021 dan Kampung Buruh Cakung Informasi Kontak ke:Jl.Tebet Utara IV E, NO. 14, Jakarta Selatan 12820 Indonesia.Telp/Fax021-8304531; E-mail: institut.ungu@ gmail.com WEBSITE:www.institutungu.org
Pameran Foto “Desiring The Body” /Mendamba Tubuh 13-27 April 2010 di Goethe Haus Jl.Sam Ratulangi 15-21 Jakarta MENTENG Kurator: Lisabona Rahman Pembukaan Pameran : 13 April 2007, pukul 18.30 ACARA PEMBUKAAN PAMERAN: 1. Sambutan Ketua Umum Institut Ungu: Faiza Mardzoeki 2. Sambutan dari Kurator: Lisabona Rahman
Pentas Teateral Surat-surat Kartini, Goethe Haus Jl.Sam Ratulangi 15-21 Jakarta MENTENG 13 April pkl.20.00
Sutradara Laksmi Notokusumo, kurator Umi Lasmina, Asisten Sutradara Bei, Manager Produksi Dewi Djaja, Manager Panggung Jerry Pattimana, Penata Kostum Asmoro Damais, Ilustrator Musik Mogan Pasaribu, dan Penata Lampu Aziz D.
ORASI BUDAYA- Pidato Kebudayaan: “Feminis Indonesia, dari mana mau ke mana?” PADUAN SUARA ANTAREA DAN MUSIK OLEH SITA (RSD) NURSANTI 14 APRIL 2010, PUKUL 19.30 Di Goethe Haus, Jl.GSJJ Sam Ratulangi, 15-21 Jakarta
Goethe Haus Jakarta Jl Dr GSSY Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta 10350 Tel +62 21 2355 0208 Fax +62 21 2355 0021
Pentas Teater Pentas Teater “TIGA PEREMPUAN” OLEH TEATER SAKATA, PADANG dan Monolog Perempuan “MAKKUNRAI” Makasar. 15 April 2010, dimulai pukul 19.30-Goethe Haus
INFORMASI PROGRAM RAISING WOMEN’S VOICES Festival April 2010 A Cultural Feminist Festival Sebuah Festival Seni Budaya Perempuan
tempat/venue
Goethe Haus Jakarta Jl Dr GSSY Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta 10350 Tel +62 21 2355 0208 Fax +62 21 2355 0021
dan Kampung Buruh Cakung
Informasi Kontak ke:Jl.Tebet Utara IV E, NO. 14, Jakarta Selatan 12820 Indonesia.Telp/Fax021-8304531; E-mail: institut.ungu@ gmail.com WEBSITE:www.institutungu.org
PROGRAM FESTIVAL APRIL 2010 Pameran Foto “Desiring The Body” /Mendamba Tubuh 13-27 April 2010 di Goethe Haus Jl.Sam Ratulangi 15-21 Jakarta MENTENG
Kurator: Lisabona Rahman Pembukaan Pameran : 13 April 2007, pukul 18.30 ACARA PEMBUKAAN PAMERAN: 1. Sambutan Ketua Umum Institut Ungu: Faiza Mardzoeki 2. Sambutan dari Kurator: Lisabona Rahman 3. Sambutan dari fotografer 4. Break minum kopi snack 5. Pertunjukan teater “Surat-Surat Kartini” (pukul 20.00) Tentang Pameran Foto “Mendamba Tubuh” Pameran ini bertujuan membuka pandangan lebih luas dan mendobrak tabu soal tubuh perempuan yang dimaknai secara personal oleh 15 fotografer perempuan Indonesia. Rekaman lensa tersebut adalah analisa kritis dimana perempuan menghargai, merefleksikan antar relasi yang sifatnya personal dan sosial dan cara pandangnya terhadap tubuh yang mempengaruhi pikiran, sikap dan perilakunya dalam masyarakat. Tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan seksualitasnya secara kreatif dan menghasilkan wawasan Pada pameran ini juga akan diselenggarakan satu kali Artist Talk atau Obrolan bersama fotografer supaya para juru foto ini bisa berinteraksi dan berdiskusi serta mendengar langsung tanggapan pemirsa tentang karyanya. Artist Talk akan berlangsung di sekitar ruang pamer pada tanggal 16 April jam 19 s/d Peserta Pameran Foto: Ade Kusumaningrum, Imelda T. Mandala, Mitu M Prie, Eki Rahajeng, Meninaputri Wismurti, Evelyn Pritt, Keke Tumbuan, Puti Karina Puar, Agan Harahap, Aiko Urfia Rahmi, M. Firman Ichsan, Nico Dharmajungen.
Pentas Teateral Surat-Surat Kartini 13 April 2007, Pukul 20.00 di Goethe Haus Sutradara Laksmi Notokusumo Bila kita menelaah surat-surat kartini yang sangat panjang dan jumlahnya ratusan, yang ia tulis untuk para sahabatnya bangsa kulit putih, ungkapan batinnya menunjukkan sikap kritis dan perhatian yang sangat besar terhadap persoalan perempuan dan bangsanya. Kartini menulis tentang berbagai masalah antara lain tentang adat, ekonomi, hukum, sosial politik, kesenian, dan agama. Surat-Surat Kartini, bertutur tentang peristiwa dan pengalaman kehidupan nyata penulis, lingkungan keluarga serta masyarakat sekitarnya. Surat-surat Kartini juga menghadirkan sikap kritis, mimpi, cita-cita, gagasan dan pikiran yang revolusioner khususnya terhadap kehidupan perempuan Jawa dan seluruh bangsa Indonesia dimasa itu dan masa depan. Hal-hal tersebut selama ini kurang dikenal, dan belum dihayati, yang ingin disampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat terutama kaum muda lebih mengenal Kartini dan terinspirasi mewujudkan cita-citanya. Pada salah satu rangkaian acara Festival April 2010, Penyusun naskah dan Sutradara Laksmi Notokusumo, dibantu Kurator Umi lasmina, Asisten Sutradara Bei, Manager Produksi Dewi Djaja, Manager Panggung Jerry Pattimana, Penata Kostum Asmoro Damais, Ilustrator Musik Mogan Pasaribu, dan Penata Lampu Aziz D, akan menghidupkan sebagian kecil surat-surat Kartini dari masa kanak sampai menjelang kematiannya pada bulan Desember 1904 di usia yang sangat muda 25 tahun. Peristiwa-peristiwa, sikap kritis, cita-cita, pesan dan harapan Kartini akan digaungkan melalui pertunjukkan teateral yang akan dibacakan oleh 4 pelajar SMU (Feirina, Jessika, kenia, Viera) dan diperankan oleh 4 Alumni Jurusan Tari IKJ. (Achi/ Kartini, Popy/Kardinah dan Chenchen/Rukmini keduanya adik Kartini dan Nana sebagai penari Bedhoyo.
Jakarta - Tinggal selangkah lagi Ketua DPR RI Marzuki Alie akan terpilih menjadi Presiden Parlemen Negara Islam Sedunia. Pesaing terdekat, Parlemen Iran, menemui Marzuki untuk meminta supaya DPR RI mengalah.
Bekasi - Rokok meledak saat enak-enak diisap menjadi misteri yang harus dipecahkan polisi Bekasi. Polisi telah melakukan penyelidikan, namun hingga kini penyebab insiden itu masih gelap.
CALIFORNIA, (PRLM).- California telah menyatakan sebuah situs baru sebagai sumber daya historis negara bagian tersebut, meski tempat tersebut berlokasi bukan di Bumi. Situs tempat Apollo 11 mendarat di Bulan pada tahun 1969, yang merupakan pendaratan pertama oleh astronot Amerika, kini dicantumkan dalam register negara bagian Amerika Serikat tersebut.
xDr. Soe Tjen Marching was born April 23, 1971 in Surabaya, Indonesia, is a feminist and a composer of avant-garde music in Indonesia. She studied composition with Slamet Abdul Sjukur in Indonesia and John Cousins at Canterbury University in New Zealand.